Selasa, 03 Agustus 2021

AKSI NYATA – MODUL 2.1

TUGAS MODUL 2.1.a.10

AKSI NYATA – MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

 1. Latar Belakang

Pembelajaran berdiferensi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid ( Tomlinson 2000). Pada proses pembelajaran berdiferensiasi ini lebih menekankan pada kebutuhan individu, dimana kita tahu bahwa murid pada kenyataannya merupakan pribadi yang unik dan mempunyai ciri khas masing-masing. Anak yang terlahir dengan kondrat alam dan zamannya yang membutuhkan seorang guru yang dapat menuntun lakunya bukan kodratnya.

Melihat kondisi ini guru harus lebih memperhatikan kebutuhan belajar karena telah meyadari bahwa setiap murid mempunyai kebutuhan yang berbeda  dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Untuk melakukan pembelajaran tersebut guru memetakan dulu kebutuhan belajar murid dengan menerapkan 3 aspek penting, yaitu belajar murid, minat murid dan profil belajar murid.

2. Tujuan

Adapun tujuan dari Tindakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :

  1.  pendataan kebutuhan belajar murid
  2.  mengembangkan pembelajaran dengan pembelajaran berdiferensi
  3.  Mengembangkan inisiatif yang tinggi pada murid
  4. Menumbuhkan rasa saling menghargai diri sendiri dan orang lain

3. Tolak Ukur

Adapun tolak ukur keberhasilan dari aksi nyata yang dilaksanakan ini adalah sebagai berikut :

  • Persentase sejumlah 90% - 100 % murid melaksanakan pembelajaran berdiferensi
  • Terwujudnya murid yang mandiri, disiplin, tanggungjawab dan saling menghargai pada saat kegiatan pembelajaran
  • Terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid
  • Dokumentasi RPP Pembelajaran berdiferensiasi

4. Linimasa Tindakan yang akan dilakukan

Adapun linimasa Tindakan yang akan saya lakukan untuk mewujudkan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :

  • Menyusun instrument pelakasanaan aksi nyata, dengan menyusun terlebih dahulu sebuah RPP berdifernsiasi
  • memetakan dan mengkatagorikan dahulu kondisi siswa berdasarkan kesiapan belajar, minat dan profil belajarnya
  •  Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
  • Melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai RPP yang sudah dibuat
  • Refleksi kegiatan pembelajaran berdiferensiasi

5. Dukungan yang dibutuhkan

Untuk melancarkan pelaksanaan  tindakan aksi nyata yang telah disusun, tentunya memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Adapun dukungan yang diperlukan yaitu dukungan dari :

  •  Sekolah, sebagai tempat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki murid dengan program yang terstruktur dan sistematis
  • Murid, keterlibatan murid sangat penting dalam keikutsertaannya membuat kesepakatan kelas untuk mewujudkan budaya positif
  • Keluarga, sebagi tempat pendidikan pertama bagi murid sebagai cikal awal pembentukan karakter untuk mewujudkan budaya positif di sekolah. 

6. Pembelajaran yang didapatkan

Faktor Pendukung (Keberhasilan) :

  •  Dukungan dari kepala sekolah, rekan sejawat dan orangtua murid
  •  Usulan ide  murid dapat tersalurkan
  • Harapan tentang pembelajaran yang berpihak pada murid 

Faktor penghambat (kegagalan) :

  •  Perbedaan karakteristik murid yang beragam
  • Adaptasi dari budaya lama ke budaya baru membutuhkan proses dan waktu

7. Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

  • 1.     Pembuatan RPP berdiferensiasi di setiap materi pembelajaran
  • 2.     Hasil produk morid telah dibuat  ditempel di kelas, perlu juga didokumentasi dan di posting  pada media sosial, dengan tujuan meneumbuhkan rasa kepercayaan diri yang tinggi pada murid


















Jumat, 16 Juli 2021

2.1.a.9 KONEKSI ANTAR MATERI

TUGAS

2.1.a.9 KONEKSI ANTAR MATERI

OLEH :

DESY APRIANA

CGP ANGKATAN 2 BANDAR LAMPUNG

 

1.a. KESIMPULAN TENTANG PEMEBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Pembelajaran berdiferensi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid ( Tomlinson 2000). Pada proses pembelajaran berdiferensiasi ini lebih menekankan pada kebutuhan individu, dimana kita tahu bahwa murid pada kenyataannya merupakan pribadi yang unik dan mempunyai ciri khas masing-masing. Anak yang terlahir dengan kondrat alam dan zamannya yang membutuhkan seorang guru yang dapat menuntun lakunya bukan kodratnya. Melihat kondisi ini guru harus lebih memperhatikan kebutuhan belajar karena telah meyadari bahwa setiap murid mempunyai kebutuhan yang berbeda  dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Untuk melakukan pembelajaran tersebut guru memetakan dulu kebutuhan belajar murid dengan menerapkan 3 aspek penting, yaitu belajar murid, minat murid dan profil belajar murid

 1.b. BAGAIMANA MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI KELAS

Pada pelaksanaan awal guru menyusun terlebih dahulu sebuah RPP berdifernsiasi, dengan memetakan dan mengkatagorikan dahulu kondisi siswa berdasarkan kesiapan belajar, minat dan profil belajarnya. Guru bisa membuatnya dalam sebuah table tentang pemetaan yang dilakukan seperti table dibawah ini :


Setelah melakukan pemetaan diatas, selanjutnya adalah menyusun RPP berdiferensiasi.

2. BAGAIMANA PEMEBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN BELAJAR MURID DAN MEMBANTU MENCAPAI HASIL BELAJAR YANG OPTIMAL ?

Pembelajaran berdiferensi  dilakukan dengan tujuan memberikan pembelajaran sesuai dengan kondisi murid dengan memperhatikan minat dan bakat. Pembelajaran dilakukan yang melihat kondisi murid akan lebih memudahkan guru untuk memperikan pembelajaran sesuai kesiapan belajar murid, minat, dan profil belajar murid. Dengan begitu tujuan pembelajaran lebih mudah dicapai.

 

3. KESIMPULAN TENTANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas guru harus melaksanakannya dengan melihat kondisi murid yang penuh keberagaman. Pada saat menerima pembelajaran, murid dengan segala kelebihan dan kekurangannya haruslah di sesuaikan bagaimana cara pemberian pelaksanaaan pembelajaran. Pembelajaran akan lebih menyenangkan siswa apabila guru melaksanakannya sesuai dengan minat dan bakat murid. Dalam proses pembelajaran, murid ada yang lambat, sedang dan cepat dalam menerima pembelajaran, begitu juga ada murid yang mempunyai gaya belajar yang berbeda pula yaitu visual, audio dan kinestetik. Semua kondisi itu harus diperhatikan oleh guru dan harus bisa diakomodir dalam proses pembelajaran. 

Guru yang memahami mengajar dengan kebutuhan murid akan mencari setiap kesempatan untuk mengenal murid dengan lebih baik lagi. Dengan melihat percakapan individu, diskusi kelas, pekerjaan murid dan observasi adalah cara untuk terus mendapatkan wawasan tentang apa yang paling berhasil untuk setiap muridnya. Pembelajaran berdiferensiasi  penting dilakukan dalam rangka mewujudkan visi yang berpihak pada murid guna mewujudkan profil pelajar Pancasila yang merdeka belajar.



 

Sabtu, 03 Juli 2021

AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

TUGAS MODUL 1.4.a.10.2

AKSI NYATA - BUDAYA POSITIF - FORUM BERBAGI AKSI NYATA



Rancangan Tindakan Untuk Aksi Nyata

1. Latar Belakang

Menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagaiaan setinggi-tingginya sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Agar dapat menuntun kodrat anak, maka seorang guru penggerak harus memiliki nilai-nilai dan menjalankan perannya sebagai guru penggerak.

Guru Penggerak dalam menjalankan tugasnya, setelah memahami Filosofi KHD, kemudian mengetahui nilai -nilai dan peran guru penggerak, maka selanjutnya seorang guru penggerak harus memiliki sebuah visi guru penggerak, dengan cara pemetaan kekuatan pencapaian visi, dengan cara melakukan pendekatan Inkuiri Apresiatif dengan model BAGJA. Inkuiri Apresiatif, dikenal dengan pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Pendekatan Inkuiri Apresiatif ini dimulai mengidentifikasi hal baik apa yang ada di sekolah, bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik lagi. Hal-hal ini dilakukan dengan menerapkan BAGJA yang terdiri dari buat pertanyaan, ambil pelajaran, gali impian, jabarkan rencana, dan atur eksekusi.

Selanjutnya, seorang guru penggerak harus menjadi inisiator dalam mewujudkan budaya positif disekolah yang berpihak pada murid. Budaya positif adalah kebiasaan yang harus dilakukan secara terus menerus agar menjadi karakter. Guru harus menyiapkan murid dimasa depan agar menjadi manusia berdaya tidak hanya untuk pribadi tapi juga berdampak pada masyarakat. Karakter yang diharapkan adalah yang mengacu pada profil pelajar Pancasila yaitu pelajar Indonesia yang sepanjang hayatnya memiliki kompetensi global dan berprilaku sesuai nilai-nilai Pancasila yang terbangun utuh melalui ke-6 dimensi pembentuknya. Salah satu contoh penerapan budaya positif adalah membuat kesepakatan kelas. Dalam Menyusun kesepakatan kelas ini guru bertanya kepada muri tentang kelas impian dan harapannya tentang kelas impian para murid. Hal ini dilakukan untuk mendorong motivasi intrinsik pada diri murid dalam pembentukan karakter positif.


2. Tujuan

Adapun tujuan dari Tindakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :

1. Menumbuhkan karakter murid melalui budaya positif

2. Menumbuhkan sikap tanggungjawab pada diri murid atas inspirasi ide dalam kesepakatan kelas

3. Mengembangkan inisiatif yang tinggi pada murid

4. Menumbuhkan rasa saling menghargai diri sendiri dan orang lain


3. Tolak Ukur

Adapun tolak ukur keberhasilan dari aksi nyata yang dilaksanakan ini adalah sebagai berikut :

1. Persentase sejumlah 90% - 100 % murid melaksanakan kesepakatan kelas dengan baik

2. Terwujudnya murid yang mandiri, disiplin, tanggungjawab dan saling menghargai pada kegiatan pembelajaran

3. Terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid

4. Dokumentasi proses kegiatan pembentukan kesepakatan kelas


4. Linimasa Tindakan yang akan dilakukan

Adapun linimasa Tindakan yang akan saya lakukan untuk mewujudkan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :

1. Berkoordinasi dengan walikelas dan murid terkait pelaksanaan aksi nyata

2. Menyusun instrument pelakasanaan aksi nyata

3. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

4. Melakukan kesepakatan kelas bersama murid

5. Menyusun kesepakatan kelas berdasarkan ide dan masukan para murid

6. Menyampaikan kembali kesepakatan kelas apakah sudah sesuai dengan keinginan dan harapan mereka

7. Kesepakatan kelas yang sudah disetujui dibuat dalam bentuk poster dan di di share dalam group whatsapp.


5. Dukungan yang dibutuhkan

Untuk melancarkan pelaksanaan rancangan tindakan aksi nyata yang telah disusun, tentunya memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Adapun dukungan yang diperlukan yaitu dukungan dari :

1. Sekolah, sebagai tempat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki murid dengan program yang terstruktur dan sistematis

2. Murid, keterlibatan murid sangat penting dalam keikutsertaannya membuat kesepakatan kelas untuk mewujudkan budaya positif

3. Keluarga, sebagi tempat pendidikan pertama bagi murid sebagai cikal awal pembentukan karakter untuk mewujudkan budaya positif di sekolah.


6. Pembelajaran yang didapatkan

Faktor Pendukung (keberhasilan) :

1. Dukungan dari kepala sekolah, rekan sejawat dan orangtua murid

2. Usulan ide dan harapan murid dapat tersalurkan

3. Harapan tentang kelas impian oleh murid

Faktor penghambat (kegagalan)

1. Perbedaan karakteristik murid yang beragam

2. Adaptasi dari budaya lama ke budaya baru membutuhkan proses dan waktu

7. Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

1. Pembuatan kesepakatan kelas harus di laksanakan di setiap kelas

2. Kesepakatan kelas yang telah dibuat selain ditempel di kelas, perlu juga dicetak dan dilampirkan dalam buku Raport, dengan tujuan meningkatkan komunikasi orangtua dengan pihak sekolah

3. Lingkungan dan elemen sekolah bersinergi bersama-sama konsisten dalam melaksanakan budaya positif.


Bandar Lampung, 3 Juli 2021

Desy Apriana, CGP Angkatan 2 Bandar Lampung




Minggu, 02 Mei 2021

Aksi Nyata Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Oleh : Desy Apriana

(CGP Bandar Lampung)

 

1.   Latar Belakang

Pendidikan menjadi landasan peradaban bangsa. Seperti dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa untuk mencapai kebudyaan yang diimpikan dan peradaban bangsa yang dicita-citakan, Pendidikan adalah pondasinya. Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa. 

Pendidikan tidak hanya mengasah tingkat pemahaman seorang anak didik dalam mendalami materi yang diajarkan melainkan bagaimana seorang guru dapat menciptakan konteks memanusiakan manusia, sebagaimana amanah dari Ki Hajar Dewantara, yang memberikan gambaran umum bahwa guru memiliki peranan sangat penting dalam kelompok pembelajaran. Selain mampu untuk mengajarkan ilmu kepada anak didik, seorang guru perlu  menerapkan pendidikan yang mengolah karakter anak didik, sehingga seorang anak didik di masa depannya dapat bernilai baik di mata masyarakat.

 

Agar tujuan Pendidikan dapat berhasil sesuai dengan yang apa yang diharapkan, tentunya dalam pelaksaksanaannya haruslah berjalan dengan baik. Terciptanya lingkungan dan proses Pendidikan yang baik akan membawa dampak dan hasil yang baik pula dalam kegiatan belajar, terlebih lagi yang dilakukan khusus oleh seorang guru dalam setiap mengelolaan kelasnya kelas dimana  gurulah yang berperan dan berhubungan langsung bertemu dengan siswa-siswa dalam setiap kegiatan pembelajarannya.


Pembelajaran selama Pandemi Covid-19 di SMP AL Kautsar tempat saya bertugas, di kelas 8B, mengunakan aplikasi Classroom, dan mulai semester genap ini seluruh siswa sudah mulai mengunakan akun belajr.id nya, yaitu akun pemberikan Kemendikbud. Pada awal diterapkan pembelajaran jarak jauh ini tepatnya pertengahan bulan Maret 2020 sebagian besar siswa merasa kurang nyaman, banyak kendala yang dihadapi seperti perangkat gawai tidak semua siswa memiliki karena digunakan bersama dengan orang tua yang terbentur dengan waktu bekerja mereka, serta kendala-kendala lainnya. Tapi alhamdulillah bertambahnya waktu kini siswa sudah semakin familiar dengan aplikasi yang digunakan dan kini masing-masing sudah mempunyai handphone sendiri tanpa meminjam lagi dari kakak maupun orang tua, hanya masih saja tersisa permasalahan-permasalahan lain yang berkaitan dengan pembelajaran yang terus masih di cari solusi jalan keluarnya.


Pembelajaran Daring tidak semuanya berjalan lancar, ini masih ditemukannya beberapa siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran online melalui goglle meet dan masih beberapa siswa menyepelekan untuk mengerjakan tugas. Dua minggu berjalan saya selaku wakikelas melakukan survei untuk mengetahui kendala yang dihadapi siswa bersangkutan. Dengan mendata siapa saja yang tidak mengikuti pembelajaran online dan yang tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran dan mencatat pula apa penyebabnya dengan bertanya langsung ke siswa melalui percakapan whatsaapp. Didapat temuan bahwa siswa tidak aktif karena ada sebagian yang masih telat bagun dan terkendala pula oleh jaringan yang kurang bagus karena lokasi mereka berada di tempat yang signal internaernya kurang bagus. Kami sudah melakukan berbagai upaya dengan menghubungi orang tua/wali siswa terkait kendala siswa bersangkutan untuk mengkomunikasikan apa yang telah terjadi pada anaknya.

 

2.   Aksi Nyata dalam  PJJ

Dengan adanya temuan siswa yang tidak aktif mengikuti pembelajaran dan malas mengerjakan tugas,  perlunya  melakukan tindak lanjut agar permasalahan ini segera dapat diatasi.

Adapun aksi nyata tersebut yaitu :

  • Menelpon orang tua siswa untuk berdiskusi tentang perilaku siswa selama daring dan untuk  mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami di rumah selama pembelajaran jarak jauh.·      
  • Melakukan diskusi bersama orang tua dan walikelas atas kendala selama ini dan menemukan solusi terbaik untuk pembelajaran yang akan diberikan.
  • Melakukan pembelajaran yang lebih menyenangkan dengan melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran. Guru membuat skenario pembelajaran yang lebih baik, misalnya dengan melakukan tanya jawab kepada siswa berdasarkan hasil pengamatan masing-masing siswa pada lingkungan sekitarnya. Menyapa siswa dengan lebih bersahabat dan  memberikan apresiasi kepada siswa disetiap jawaban yang mereka berikan.

Uraian tindakan aksi nyata tersebut dilakukan agar siswa tidak berlama-lama meremehkan kegiatan pembelajaran, dan sesuai tugas guru untuk selalu memantau dan membimbing siswa agar kegiatan belajar menjadi lancar. Guru disini harus memberikan perhatian lebih pada siswa-siswa yang mempunyai kendala dan permasalahan dalam belajar. Guru harus memberikan semangat kepada siswa dan menyakinkan kepada siswa nya bahwa pembelajaran yang dilakukan menyenangkan.

 

3.   Hasil Yang di Capai

Aksi nyata yang dilakukan sedikit bayak telah membuahkan hasil walaupun Pelaksanaan aksi nyata ini memang butuh proses dan persiapan yang matang, temuan selanjutnya adalah di dapatkan hasil dari tindakan ini mendapatkan reaksi positif dari siswa yang sedang dalam pengawasan belajar.

Siswa kini sudah semakin aktif dalam mengikuti kegaiatan belajar. Meskipun masih ada beberapa siswa yang mesti selalu ditegur, diingatkan terlebih dahulu untuk segera menuntaskan segala aktivitas belajarnya terlebih lagi dalam pengerjaan tugas dan latihan yang di berikan. Sebuah perubahan kearah yang lebih baik memang butuh proses tidak bisa dilakukan sekali dua kali. Berkelanjutan sesuai komitmen kita sebagai guru memberikan yang terbaik bagi perkembangan siswa dengan melakukan pembelajaran yang kreatif, inovatif, menyenangkan, dan mampu memberikan dampak yang besar bagi bekal masa depannya.

 

4.   Rencana Perbaikan Di Masa Yang Akan Datang

Dari apa yang sudah diutarakan diatas, perlunya dibuat rencana perbaikan di masa yang kan datang, dan beberapa rencana tindakan pembelajaran  telah kami rancang seperti halnya :

  • lebih intens berkomunikasi dengan orang tua murid, agar ikut melakukan pengawasan belajar di rumah dan menkondisikan suasana belajar yg baik dan menyenangkan saat belajar di rumah saat Pendemi ini.
  • Lebih menekankan pembiasaan-pembiasaan positif seperti penanaman budi pekerti dengan melakukan hal-hal yang kecil sederhana namun dampaknya besar bagi mereka mendatang. Pengucapan budaya senyum, salam, sapa, minta maaf, terima kasih, mohon izin, konfirmasi ketidakhadiran di sekolah.
  • Membuka pola pikiran siswa belajar dilakukan setiap hari di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Belajar tidak hanya di sekolah di mana pun kita berada belajar pun akan selalu kita lakukan apabila bisa mengambil makna pada setiap kegiatan yang kita lakukan. Belajar bisa di rumah, lingkungan masyarakat, tempat-tempat umum. “Karena setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah”
  • Sistem Among lebih diterapkan, pembelajaran dengan asah, asih, asuh membuat guru mampu masuk ke hati siswanya.
  • Melanjutkan pembelajaran menyenangkan yang inovatif, kreatif, dan menggairahkan semangat siswa agar siswa menjadi lebih tertarik dan bersemangat dalam belajar.

5.   Dokumentasi Aksi Nyata dan Testimoni dari Rekan Sejawat dan Siswa.

Beberapa berikut merupakan dokumentasi yang berkaitan aksi nyata yang sudah dilakukan, yang didalamnya terdapat perrcakapan melalui whatsapps dengaan orangtua dan siswa sebagai  upaya mencari jalan keluar dengan orang tua dan pendekatan kepada siswa yang mengalami kendala dalam pembelajaran.

 




Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan terkait aksi nyata tentang filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara. Semoga dapat memberikan inspirasi yang positif bagi para pembaca.

 

Desy Apriana, CGP Kota Bandar Lampung

 







Jumat, 04 Desember 2020

Puisi kecil seorang siswa :


“TENTANG AKU DAN  BELAJAR DARING DI MASA PANDEMI”

Hari ini,  jam merangkak 
bergerak menunjukan waktu..
Semestinya aku berada di sekolah tercinta 
duduk di bangku itu
Bangku dengan sebuah meja 
disebuah kelas sudut lantai 3
kelas yang didalamnya penuh kehangatan dan kebersamaan
Kelas yang menjadi jembatan emas
 untuk aku dan kawanku menggapai cita

Hari ini, semestinya kukenakan baju kebesaran...
seragam yayasan Al Kautsar kebanggaanku
menghabiskan hari, membunuh waktu 
dengan bersahabat  pada relung-relung kelas
seperti roda yang berputar 
melihat spidol guru yang menari-nari di papan kelas
memperhatikan guru yang menjelaskan 
dengan mendayu-dayu manisnya ilmu
yang membuat aku haus akan ilmu kehidupan

Hari ini, tidak lagi kurasakan lagi 
kehangatan dan nikmatnya belajar bersama
tidak ada lagi guru, dan kawan-kawan didekatku
berganti dengan berdiam di rumah, 
belajar dengan samsung dalam genggaman
menunggu sapa dan tugas dari guru dengan penuh rindu
berharap tugas-tugas yang ada tak pernah terlewatkan

saat belajar daring di masa pendemi covid-19 ini
hanya layar samsung 
yang setia menemani belajar setiap hari
tanpa senyum dan basa-basi dalam menyajikan  materi
dengan penuh kepuasaan dan kemenangan  
menyaksikan diriku yang terpaku 
dalam kebingungan dan ketidakpahaman.

Guruku...
belajar  di rumah di masa pandemi ini
menjadikanku semakin yakin 
bahwa aku sungguh membutuhkanmu
tidaklah ada yang dapat menggantikan kedudukanmu
karena tanpamu didekatku untuk membimbingku
Aku hanyalah butiran debu
PEMBELAJARAN DARING DARI RUMAH 
DI MASA PANDEMI COVID 19 , SIAPA TAKUT ?
Oleh
Desy Apriana


Berprofesi sebagai guru selama 18 tahun, mengajar secara tatap muka adalah hal yang biasa saya dilakukan, tetapi memasuki bulan maret 2020 yang lalu, hal ini tidak bisa saya lakukan lagi dalam melakukan pembelajaran. Pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia khususnya di Bandar Lampung tempat saya tinggal, mengharuskan semua guru dan siswa harus belajar dari rumah. 

Masalahnya, pembelajaran harus tetap berjalan, apapun situasinya. Sayapun dituntut untuk  tetap dapat melakukan pembelajaran sehingga proses pembelajaran jarak jauhpun dilaksanakan secara daring. Untungnya aplikasi online learning classroom yang saya gunakan sangat membantu sekali, terlebih lagi para peserta didikpun tidak ada kesulitan dalam menggunakan aplikasi ini.

Dalam aplikasi online learning classroom ini, saya  bisa memberikan pembelajaran dalam bentuk materi, ringkasan, PPt, bahkan video pembelajaran yang langsung bisa diakses oleh siswa. Saya juga dapat membuat latihan berupa soal-soal esay dan pilihan ganda dimana siswa dapat langsung memilih jawaban untuk soal pilihan ganda dan pada soal esay siswa dapat langsung menuliskan jawaban dikolom khusus jawaban. 

Uniknya, seluruh peserta didik saya sangat antusias mengerjakan tugas tersebut terbukti dari respon siswa yang masuk  sangat banyak. Hal yang paling menyenangkan adalah saya tidak disibukkan untuk megoreksi pekerjaan siswa secara manual karena pada akhir pengerjaan soal, siswa bisa langsung melihat skor nilai yang diperoleh. Selain itu, di online learning classroom ini, saya dapat melihat ringkasan pemahaman siswa dalam menjawab soal, termasuk pertanyaan yang tidak terjawab atau soal yang sering terlewatkan oleh siswa. Inilah yang menjadi data saya dalam mengukur keberhasilan pembelajaran  yang dicapai oleh siswa.

Sebagai guru IPS, sayapun mengajak siswa untuk mengkaji fenomena-fenomena yang ada. Dalam soall latihan, saya juga menyelipkan pertanyaan-pertanyaan berkenan dengan isu-isu sosial yang sedang terjadi. Berdasarkan informasi dari TV, media online ataupun suratkabar, ternyata para peserta didik dapat menjawab dan menjelaskan dengan baik soal-soal yang saya berikan yang berkaitan dengan Pandemi Covid 19. 

Dalam melakukan pembelajaran daring ini, tentunya ada  kendala juga,  diantaranya dari 6 kelas (190 siswa) yang saya bimbing  terdapat  5 - 8 siswa yang pasif berinteraksi dalam pembelajaran daring ini, dikarenakan hp siswa tersebut tidak aktif. Melakukan koordinasi yang baik dengan menginfokan siswa tersebut ke walikelasnya  adalah cara yang saya dilakukan agar anak-anak yang tidak aktif ini segera mencari informasi dan mengerjar ketertinggalannya dalam pembelajaran. Jika dirasa siswa masih sulit dihubungi, maka walikelaspun ikut membantu menelpon orang tua siswa yang bersangkutan. 

Dalam proses perjalanannya, pembelajaran daring ini akan berjalan baik apabila ada kolaborasi dari guru, siswa  dan orangtua. Sekalipun pembelajaran daring ini dikelola dengan sangat baik oleh seorang seorang guru, proses belajar tidak akan berhasil dan jauh dari harapan apabila tidak ada respon dan keaktifan para siswa itu sendiri, disinilah peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membimbing dan memantau anak-anak  mereka saat belajar dirumah. Seorang guru dan walikelas harus melakukan  komunikasi  yang baik dengan para orangtua siswa agar proses pembelajaran daring ini menjadi lancar dan berjalan sesuai harapan.

Pembelajaran daring di masa Pandemi Covid 19 ini tentunya  harus di konsep secara matang oleh guru agar kegiatan pembelajaran tidak membebani siswa. Perlunya koordinasi sesama guru mata pelajaran disekolah agar dalam proses pemberian tugas  tidak berbarengan yang akhirnya bisa membuat siswa  stress karena tugas yang banyak. Psikologis siswa harus tetap dijaga agar dalam menghadapi Pandemi Covid 19  ini, para siswa tetap sehat dan nyaman belajar dai rumah. Guru, siswa dan orangtua harus bersinergi lagi sehingga proses dan hasil belajar berjalan baik. Jadi, pembelajaran daring dari rumah di masa Pandemi Covid 19 , siapa takut ?

3.2.a.10. Aksi Nyata - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

3.2.a.10. Aksi Nyata - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya oleh : Desy Apriana, S.E., M.Pd SMP Al Kautsar Bandar Lampung CGP Angkatan 2...